Wednesday, 25 April 2012
Lempar lembing termasuk salah satu nomor lempar dalam cabang olahraga
atletik, prestasi yang diukur adalah hasil lemparan sejauh mungkin. Ada
beberapa teknik dasar yang harus dikuasai oleh atlet lempar lembing
yaitu : cara
memegang lembing, cara membawa lembing, lempar
lembing tanpa awalan, dan lempar lembing dengan awalan. Lembing yang
digunakan terbuat dari logam untuk Putra beratnya 800 gram dengan
panjang 2,70 m, sedangkan Putri beratnya 600 gram dengan panjang 2,30 m.
Teknik dalam lempar lembing. yang pertama, yaitu:
Cara Memegang
1. Cara Finlandia
Pertama lembing diletakkan pada telapak tangan dengan ujung atau mata
lembing serong hamper menuju arah badan. Kemudian jari tengah memegang
tepian atau pangkal ujung dari tali bagian belakang (dilingkarkan,
dibantu dengan ibu jari ndiletakkan pada tepi belakang dari pegangan dan
pada badan lembing. Jari telunjuk harus lemas ke belakang membantu
menahan badan lembing. Sedangkan jari-jari yang lainnya turut memegang
lilitan pegangan di atasnya dalam keadaan lemas. Dengan cara Finlandia
ini, jari tengah dan ibu jari yang memegang peranan penting untuk
mendorong tali pegangan pada saat melempar (Syarifuddin, 1992).
2. Cara Amerika
Pertama lembing diletakkan pada telapak tangan, dengan ujung atau mata
lembing serong hamper menuju kea rah badan. Kemudian jari telunjuk
memegang tepian atau pangkal dari ujung tali bagian belakang lembing,
dibantu dengan ibu jari diletakkan pada tepi belakang dari pegangan dan
pada badan lembing serta dalam keadaan lurus. Sedangkan ketiga jari
lainya berimpit dan renggang dengan jari telunjuk turut membantu dan
menutupi lilitan tali lembing. Jadi dengan pegangan cara Amerika ini
jari telunjuk dan ibu jari memegang peranan mendorong tali pegangan
lembing pada saat melempar (Syarifuddin, 1992).
3. cara menjepit
caranya hanya menjepitkan lembing diantara dua jari tengah dan jari telunjuk, sedangkan jari jari lainnya memmegang biasa.
Peraturan lomba lempar lembing
a. Lembing terdiri atas 3 bagian yaitu mata lembing, badan lembing dan tali pegangan lembing
Panjang lembing putra : 2,6 m – 2,7 m sedangkan untuk putri : 2,2 m –
2,3 m. berat lembing putra : 800 gram sedangkan untuk putrid : 600 gram
b. Lembing harus dipegang pada tempat pegangan
c. Lemparan sah bila lembing menancap atau menggores ke tanah
d. Lemparan tidak sah bila sewaktu melempar menyentuh tanah di depan lengkung lemparan
Cara membawa lembing
Cara mengambil awalan pada lempar lembing sangat erat
kaitannya dengan cara membawa lembing. Oleh karena itu perlu juga
diketahui oleh para atlet lempar lembing
1. Membawa lembing diatas pundak
Lembing dipegang di atas pundak di samping kepala dengan mata lembing
serong ke atas, siku tangan dilipat atau ditekuk menuju depan. Cara ini
digunakan oleh para pelempar yang menggunakan awalan gaya jangkit
(hop-step) pada waktu akan melempar.
2. Membawa lembing Di bawah
Membawa lembing di bawah adalah dengan lengan kanan lurus ke bawah, mata
lembing menuju serong ke atas dan ekornya menuju serong ke bawah hamper
dekat dengan tanah.
3. Membawa lembing di depan dada
Mata lembing menuju serong ke bawah sedangkan ekornya menuju serong ke atas melewati pundak sebelah kanan.
Awalan
Dalam lempar lembing ada dua macam awalan yang sering
digunakan, yaitu : awalan silang (cross-step) dan awalan jangkit
(hop-step). Lempar lembing yang mempergunakan awalan silang (sross-step)
lebih dikenal dengan lempar lembing gaya silang, sedangkan lempar
lembing yang mempergunakan awalan jingkat (hop-step) lebih dikenal
dengan lempar lembing gaya jingkat (Adisasmita, 1986).
Gerakan Melempar
Saat kaki kiri mendarat, kaki kanan ditekuk hingga badan
benar-benar jauh condong ke belakang dan badan sebagian besar pada kaki
kanan. Pada saat ini lengan yang membawa lembing sudah dalam sikap lurus
serong ke bawah, mata lembing dan pandangan terarah kesudut lemparan
dan tangan kiri tetap rileks. Saat inilah terjadi sikap melempar yang
sebenarnya. Setelah lembing ditarik melaui pundak/bahu mendekat telinga,
seluruh badan ditinggikan dan dengan secepat-cepatnya melecutkan
lembing. Bersamaan dengan itu lepasnya lembing dengan hentakan
pergelangan tangan sebagai sumber kekeuatan terakhir (Adisasmita, 1986)
Sikap Badan Setelah Melempar
Dengan lepasnya lembing dari pergelangan tangan secara otomatis
keseimbangan atau yang lebih dikenal dengan titik berat badan akan
menjadi labil dan hilang. Hal ini disebabkan kekuatan yang yang
dikeluarkan untuk melempar dimulai dari kaki sampai kepergelangan tangan
yang diawali kecepatan lari . sehingga secara ototomatis kaki yang
menjadi tumpuan untuk titik berat badan tidak bias menahan badan yang
terdorong ke depan untuk itu, agar keseimbangan dapat terjaga dan
dikembalikan secara baik, maka pada saat tubuh condong kedepan, tangan
yang melempar lembing turun dari hasil pecutan yang dilakukan.
Persyaratan Suatu Lemparan Yang Syah
- Lembing harus di pegang pada bagian pegangannya, dan harus di lempar lewat atas
bahu atau bagian teratas dari lengan si pelempar dan harus tidak
dilempar secara membandul.Gaya non orthodox tidaklah di izinkan untuk
dipakai.
- Lemparan itu tidak syah apabila mata lembing tidak menggores tanah sebelum bagian lembing lainnya.
- Pelempar pada waktu membuat awalan lempar tidak boleh memotong salah satu garis atau jalur paralel.
- Lemparan tidak syah bila si pelempar menyentuh dengan bagian tubuhnya
atau anggota badan garis lempar, atau garis perpanjangan (garis lempar)
yang siku-siku terhadap garis paralel, atau menyentuh tanah didepan
garis lempar dan garis-garis itu semua.
- Sesudah membuat gerakan awalan lempar sampai lembingnya dilepaskan dan
mengudara, tidak sekali-kali pelempar memutar tubuhnya penuh sehingga
punggungnya membelakangi sektor lemparan.
- Pelempar tidak boleh meninggalkan jalur lari awalan sebelum lembing
yang dilemparkan jatuh ke tanah. Dari sikap berdiri meninggalkan jalur
lari awalan dari belakang lengkung garis lempar dan garis perpanjangan.
Peralatan lembing
- Konstruksi : Lembing terdiri dari 3 bagian : (1) mata lembing (2) badan lembing dan (3) tali pegangan
- Badan lembing di buat dari metal dan pada ujung depan terpasang kokoh sebuah mata lembing yang runcing
- Tali pegangan (melilit pada badan lembing) berada dititik pusat
gravitasi dan tidak melibihi garis tengah badan lembing dari 8 mm.
Lilitan tali pegangan lembing harus sama tebal dan bergerigi, tanpa
sabuk atau benjolan.
- Panjang lembing untuk putra adalah 2,6 – 2,7 m dan putri adalah 2,2 – 2,3 m. Berat untuk putra 800 gr dan putri 600 gr.
Jalur Lari Awalan
- Panjang jalur awalan lempar harus tidak lebih dari 36,5 m dan tak
kurang dari 30 m dan harus di batasi dengan dua garis paralel selebar 5
cm yang saling terpisah sejauh 4 m.
- Kemiringan kesamping dari jalur lari awalan max 1 : 1.000.
Garis Lengkung Lemparan
- Lemparan harus dilakukan dari belakang garis lengkung lempar atau
sebuah busur dengan jari-jari 8 cm. Garis lempar ini terdiri dari garis
batas lempar dicat putih selebar 7 cm, atau terbuat dari kayu atau metal
dan dipasang rata dengan tanah. Garis lempar ini di perpanjang ke arah
kanan dan kiri 75 cm di buat siku-siku atau tegak lurus dengan garis
paralel 4 m. Garis perpanjangan inipun dicat putih, lebar 7 cm dan
panjangnya 0,75 m.
sektor Lemparan
- Semua
lemparan (lembing) yang di anggap syah harus jatuh di dalam sektor
lemparan, suatu daerah yang dibatasi oleh garis 5 cm di sebelah kanan
dan kiri garis lempar. Garis 5 cm ini di buat di tanah dari titik A
yaitu titik dari busur atau garis lempar, garis itu ditarik melalui
titik Bdan C pada titik mana busur atau garis lempar itu berpotongan
dengan garis 5cm untuk membentuk sektor lemparan. Sektor lemparan ini
boleh atau dapat di beri tanda jarak : 30 cm, 50 cm, 70 cm, dst
Label: PENJASKES XII
Bola voli adalah olahraga permainan yang dimainkan oleh dua grup berlawanan. Masing-masing grup memiliki enam orang pemain. Terdapat pula variasi permainan bola voli pantai yang masing-masing grup hanya memiliki dua orang pemain. Olahraga Bola Voli dinaungi FIVB (Federation Internationale de Volleyball)[1] sebagai induk organisasi internasional, sedangkan di Indonesia di naungi oleh PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia).
Sejarah
Pada awal penemuannya, olahraga permainan bola voli ini diberi nama Mintonette. Olahraga Mintonette ini pertama kali ditemukan oleh seorang Instruktur pendidikan jasmani (Director of Phsycal Education) yang bernama William G. Morgan di YMCA pada tanggal 9 Februari 1895, di Holyoke, Massachusetts (Amerika Serikat).William G. Morgan dilahirkan di Lockport, New York pada tahun 1870, dan meninggal pada tahun 1942. YMCA (Young Men’s Christian Association) merupakan sebuah organisasi yang didedikasikan untuk mengajarkan ajaran-ajaran pokok umat Kristen kepada para pemuda, seperti yang telah diajarkan oleh Yesus. Organisasi ini didirikan pada tanggal 6 Juni 1884 di London, Inggris oleh George William.
Setelah bertemu dengan James Naismith (seorang pencipta olahraga bola basket yang lahir pada tanggal 6 November 1861, dan meninggal pada tanggal 28 November 1939), Morgan menciptakan sebuah olahraga baru yang bernama Mintonette. Sama halnya dengan James Naismith, William G. Morgan juga mendedikasikan hidupnya sebagai seorang instruktur pendidikan jasmani. William G. Morgan yang juga merupakan lulusan Springfield College of YMCA , menciptakan permainan Mintonette ini empat tahun setelah diciptakannya olahraga permainan basketball oleh James Naismith. Olahraga permainan Mintonette sebenarnya merupakan sebuah permainan yang diciptakan dengan mengkombinasikan beberapa jenis permainan. Tepatnya, permainan Mintonette diciptakan dengan mengadopsi empat macam karakter olahraga permainan menjadi satu, yaitu bola basket, baseball, tenis, dan yang terakhir adalah bola tangan (handball). Pada awalnya, permainan ini diciptakan khusus bagi anggota YMCA yang sudah tidak berusia muda lagi, sehingga permainan ini-pun dibuat tidak seaktif permainan bola basket.
Perubahan nama Mintonette menjadi volleyball (bola voli) terjadi pada pada tahun 1896, pada demonstrasi pertandingan pertamanya di International YMCA Training School. Pada awal tahun 1896 tersebut, Dr. Luther Halsey Gulick (Director of the Professional Physical Education Training School sekaligus sebagai Executive Director of Department of Physical Education of the International Committee of YMCA) mengundang dan meminta Morgan untuk mendemonstrasikan permainan baru yang telah ia ciptakan di stadion kampus yang baru. Pada sebuah konferensi yang bertempat di kampus YMCA, Springfield tersebut juga dihadiri oleh seluruh instruktur pendidikan jasmani. Dalam kesempatan tersebut, Morgan membawa dua tim yang pada masing-masing tim beranggotakan lima orang.
Dalam kesempatan itu, Morgan juga menjelaskan bahwa permainan tersebut adalah permainan yang dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruangan dengan sangat leluasa. Dan menurut penjelasannya pada saat itu, permainan ini dapat juga dimainkan oleh banyak pemain. Tidak ada batasan jumlah pemain yang menjadi standar dalam permainan tersebut. Sedangkan sasaran dari permainan ini adalah mempertahankan bola agar tetap bergerak melewati net yang tinggi, dari satu wilayah ke wilayah lain (wilayah lawan).
Sistem Pertandingan
- Sistem pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi yang terdiri dari 8 tim dan akan
- Setiap tim terdiri dari 10 pemain meliputi 6 pemain inti yang bermain di lapangan dan 4 pemain cadangan.
- Pergantian pemain inti dan cadangan pada saat pertandingan berlangsung tidak dibatasi.
- Pertandingan tidak akan ditunda apabila salah satu atau lebih dari satu anggota tim sedang bermain untuk cabang olahraga yang
- Jumlah pemain minimum yang boleh bermain di lapangan adalah 4 orang.
- Apabila di lapangan terdapat kurang dari 4 orang, maka tim yang bersangkutan akan dianggap kalah.
- Setiap pertandingan berlangsung 3 babak (best of three), kecuali pada 2 babak sudah di pastikan pemenangnya maka babak ke tiga tidak perlu dilaksanakan.
- Sistem hitungan yang digunakan adalah 25 rally point. Bila poin peserta seri (24-24) maka pertandingan akan ditambah 2 poin. Peserta yg pertama kali unggul dengan selisih 2 poin akan memenangi pertandingan.
- Kemenangan dalam pertandingan penyisihan mendapat nilai 1. Apabila ada dua tim atau lebih mendapat nilai sama, maka penentuan juara group dan runner-up akan dilihat dari kualitas angka pada tiap-tiap set yang dimainkan.
- Kesalahan meliputi:
- Pemain menyentuh net atau melewati garis batas tengah lapangan lawan.
- Tidak boleh melempar ataupun menangkap bola. Bola voli harus di pantulkan tanpa mengenai dasar lapangan.
- Bola yang dipantulkan keluar dari lapangan belum dihitung sebagai out sebelum menyentuh permukaan lapangan.
- Pada saat servis bola yang melewati lapangan dihitung sebagai poin bagi lawan, begitu juga sebaliknya penerima servis lawan yang membuat bola keluar dihitung sebagai poin bagi lawan.
- Seluruh pemain harus berada di dalam lapangan pada saat serve dilakukan.
- Pemain melakukan spike di atas lapangan lawan.
- Seluruh bagian tubuh legal untuk memantulkan bola kecuali dengan cara menendang.
- Para pemain dan lawan mengenai net 2 kali pada saat memainkan bola dihitung sebagai double faults.
- Setiap team diwajibkan bertukar sisi lapangan pada saat setiap babak berakhir. Dan apabila dilakukan babak penetuan (set ke 3) maka tim yang memiliki nilai terendah boleh meminta bertukar lapangan sesaat setelah tim lawan mencapai angka 13.
- Time out dilakukan hanya 1 kali dalam setiap babak dan berlangsung hanya 1 menit.
- Diluar dari aturan yang tertera disini, peraturan permainan mengikuti peraturan internasional.
Teknik Bola Voli
Servis
Servis pada zaman sekarang bukan lagi sebagai awal dari suatu permainan atau sekedar menyajikan bola, tetapi sebagai suatu serangan pertama bagi regu yang melakukan servis. Servis terdiri dari servis tangan bawah dan servis tangan atas.Servis tangan atas dibedakan lagi atas tennis servis,floating dan cekis.- servis tangan bawah
- mula-mula pemain berdiri dipetak servis dengan kaki kiri lebih kedepan dari kaki kanan.
- bola dipegang dengan tangan kiri
- bola dilambungkan tidak terlalu tinggi,tangan kanan ditarik ke bawah belakang
- setelah bola kira-kira setinggi pinggang,lengan kanan diayunkan lurus kedepan untuk memukul bola
- telapak tangan menghadap bola dan tangan ditegangkan untuk mendapat pantulan yang sempurna,tangan dapat pula menggenggam.
- tennis servis
- aikap persiapan dimulai dengan mengambil posisi kaki kiri lebih kedepan, kedua lutut agak rendah
- tangan kiri dan kanan bersama-sama memegang bola,tangan kirimenyangga bola,tangan kanan di atas bola.
- bola dilambungkan dengan tangan kiri kira-kira 1/2 meter di atas kepala
- tangan kanan ditarik kebelakang atas kepala,menghadap depan
- lakukan gerakan seperti mensmesh bola,perhatian terpusat pada bola
- lecutan tangan diperlukan pada saat perkenaan bola.
- floating servis
- posisi kaki sama seperti tennis servis
- tangan kiri memegang bola dan tangan kanan disamping setinggi pelipis
- dengan tangan kiri bola dilambungkan ssedikit kesamping kanan tidak terlalu tinggi
- setelah bola melambung keatas setinggi kepala, tangan kanan dipukulkan pada bagian tengah bola.
- pukulan float dapat dilakukan dengan beberapa cara:
- dengan tumit tangan
- dengan tangan, dimana ibu jari dilipat kedalam dan menempel pada telapak tangan
- memukul dengan tangan tergenggam.
- cekis
- sikap permulaan dengan mengambil sikap berdiri menyamping dengan tubuh bagian kiri lebih dekat kejaring.
- bola dipegang tangan kiri dan kanan.
- saat bola dilambungkan, badan diliukkan sedikit kebelakang dan lutut ditekuk
- kedua tangan dijulurkan kearah samping bawah kanan dalam keadaan memegang bola.
- bola dilambung keatas kepala dengan kedua belah tangan.
- setelah bola lepas, tangan kanan ditarik kesamping kanan bawah, liukkan badan kekanan.
- berat badan ada dikaki kanan,telapak tangan menghadap keatas
- setelah bola ada pada jangkauan tangan,secepatnya bersama sama lengan,liukkan badan kesamping kiri
- perkenaan bola bagian bawah belakang bola,pukulan bola dibantu liukkan badan dan lecutan tangan.
- Service atas adalah service dengan awalan melemparkan bola ke atas seperlunya. Kemudian Server melompat untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari atas.
- Service bawah adalah service dengan awalan bola berada di tangan yang tidak memukul bola. Tangan yang memukul bola bersiap dari belakang badan untuk memukul bola dengan ayunan tangan dari bawah.
- Service mengapung adalah service atas dengan awalan dan cara memukul yang hampir sama. Awalan service mengapung adalah melemparkan bola ke atas namun tidak terlalu tinggi (tidak terlalu tinggi dari kepala). Tangan yang akan memukul bola bersiap di dekat bola dengan ayunan yang sangat pendek.
- Sikap badan dan pandangan.
- Lambung keatas harus sesuai dengan kebutuhan.
- Saat kapan harus memukul bola.
Passing
- Passing Bawah (Pukulan/pengambilan tangan kebawah)
- Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
- tangan dirapatkan, satu dengan yang lain dirapatkan.
- Gerakan tangan disesuaikan dengan keras/lemahnya kecepatan bola.
- Passing Keatas (Pukulan/pengambilan tangan keatas)
- Sikap badan jongkok, lutut agak ditekuk.
- Badan sedikit condong kemuka, siku ditekuk jari-jari terbuka membentuk lengkungan setengah bola.
- Ibu jari dan jari saling berdekatan membentuk segitiga.
- Penyentuhan pada semua jari-jari dan gerakannya meluruskan kedua tangan
- Menggunakan gerakan kaki untuk menambah power
Smash (spike)
Dengan membentuk serangan pukulan yang keras waktu bola berada di atas jaring, untuk dimasukkan ke daerah lawan. Untuk melakukan dengan baik perlu memperhatikan faktor-faktor berikut: awalan, tolakan, pukulan, dan pendaratan. Teknik smash Menurut Muhajir Teknik dalam permainan bola voli dapat diartikan sebagai cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan yang berlaku untuk mencapai suatu hasil yang optimal (2006,23). Menurut pendapat M. Mariyanto mengemukakan bahwa : “ Smash adalah suatu pukulan yang kuat dimana tangan kontak dengan bola secara penuh pada bagian atas , sehingga jalannya bola terjal dengan kecepatan yang tinggi, apabila pukulan bola lebih tinggi berada di atas net , maka bola dapat dipukul tajam ke bawah .” (2006 : 128 ) Menurut Iwan Kristianto mengemukakan bahwa , Smash adalah pukulan keras yang biasanya mematikan karena bola sulit diterima atau dikembalikan . “ (2003 : 143 ) . Spike adalah merupakan bentuk serangan yang paling banyak digunakan untuk menyerang dalam upaya memperoleh nilai suatu tim dalam permainan voli . Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Teknik Smash atau spike adalah cara memainkan bola dengan efisien dan efektif sesuai dengan peraturan permainan untuk mencapai pukulan keras yang biasanya mematikan ke daerah lawan. Tes smash Menurut Sandika mengemukakan bahwa tes smash adalah tolok ukur untuk mengukur kemampuan smash.Membendung (blocking)
Dengan daya upaya di dekat jaring untuk mencoba menahan/menghalangi bola yang datang dari daerah lawan. Sikap memblok yang benar adalah:- Jongkok, bersiap untuk melompat.
- Lompat dengan kedua tangan rapat dan lurus ke atas.
- Saat mendarat hendaknya langsung menyingkir dan memberi kesempatan pada kawan satu regu untuk bergantian melakukan block.
Kedudukan pemain (posisi pemain)
Pada waktu service kedua regu harus berada dalam lapangan / didaerahnya masing-masing dalam 2 deret kesamping. Tiga deret ada di depan dan tiga deret ada di belakang. Pemain nomor satu dinamakan server, pemain kedua dinamakan spiker, pemain ketiga dinamakan set upper atau tosser,pemain nomor empat dinamakan blocker, pemain nomor lima dan enam dinamakan liberoLabel: PENJASKES XII
Label: PENJASKES XII
Untuk lebih mempermudah kita menelaah bahan ajar ini akan lebih baik kita tahu apa pengertian atletik itu sendiri. Atletik adalah aktivitas jasmani atau latihan jasmani yang berisikan gerak alamiah atau wajar seperti jalan, lari, lompat, dan lempar. Atletik dilakukan di semua negara, karena nilai nilai edukatif yang terdapat didalamnya juga memegang peranan penting dalam pengembangan kondisi fisik, sehingga dapat menjadi dasar pokok untuk pengembangan atau peningkatan prestasi yang optimal bagi cabang olahraga lain dan bahkan diperhitungkan sebagai ukuran kemajuan suatu negara, khususnya dalarn prestasi olahraga (Ballesteros, 1979).
Untuk itu dalam makalah ini akan dibahas masalah:
1. Bagaimanakah menyajikan materi pembelajaran jalan cepat di Sekolah
2. Bagaimanakah menyajikan materi pembelajaran lari rintangan di Sekolah
3 .Bagaimanakah menyajikan materi pembelajaran lempar lembing di Sekolah
Pendidikan jasmani memiliki fungsi untuk:
1. Memenuhi kebutuhan individu untuk bergerak
2 .Merangsang pertumbuhan dan perkembangan jasmani yang ideal (tinggi dan berat badan yang seimbang)
3. Meningkatkan kebugaran jasmani dan membiasakan pola hidup yang sehat.
4. Meningkatkan keterampilan gerak dasar
5. Meningkatkan keterampilan dasar olahraga
6. Meningkatkan gairah belajar, menghindari kejenuhan, dan stres dalam belajar
7. Terbentuknya sikap dan perilaku: disiplin, jujur, kerjasama, tanggung jawab dan sportif serta mengikuti aturan/ketentuan yang berlaku.
NOMOR JALAN, LARI DAN LEMPAR
1. Nomor Jalan
Jalan adalah gerak maju langkah kaki yang dilakukan sedemikian rupa sehingga hubungan dengan tanah (oleh kaki) tetap dijaga.
a. Jalan biasa
b. Jalan menyamping
c. Jalan langkah silang
d. Jalan cepat
e. Jalan menirukan jalan binatang, seperti: jalan kucing, jalan bebek dan lain-lain.
Gerakan Jalan dilakukan dengan:
a. ke depan, ke samping
b. pada lintasan lurus dan pada jalur lintasan belok-belok
c. cepat dan atau lambat
d. disertai suatu riuh, irama dan tanpa suara
e. mendaki/naik dan atau menurun
f. permainan kaki yang terkoordinasikan
g. langkah pendek dan terus menerus
h. dilakukan sendiri, berpasangan atau dalam kelompok/grup bersama atlet lain atau melewati atlet lain
i. di atas lapangan rumput atau pada lintasan lari sintetis
a. jalan jingkat
b. jalan pakai tumit
c. jalan cepat
Lari adalah gerak maju langkah kaki ke depan yang dilakukan sedemikian rupa dimana kedua kaki ada saat melayang di udara. Gerakan lari yang benar dan efektif adalah melibatkan koordinasi gerakan seluruh tubuh, sehingga mendapatkan hasil yang maksimal.
Lempar adalah gerakan melepaskan benda dari genggaman tangan menjauh dari tubuh dengan proses ayunan lengan. Salah satu cara yang terbaik untuk mengajarkan teknik nomor lempar yang rumit sambil tetap mempertahankan tingkat keamanan yang tinggi adalah melalui alat pengganti yang mudah dan aman digunakan. Dari semua nomor lomba, lempar lembing merupakan gerakan yang paling mirip dengan gerakan melempar pada umumnya. Dengan menggunakan bola sebagai pengganti lembing, anda dapat dengan mudah mengajarkan teknik yang dibutuhkan sebagai aktivitas seluruh kelas. Karena dasar gerakan melempar yang tidak begitu rumit daripada nomor lempar lainnya, lempar lembing (dengan menggunakan bola) merupakan salah satu nomor lempar yang pertama kali diperkenalkan.
Disamping keamanan yang meningkat, alat pengganti ini membantu menyederhanakan teknik dan memungkinkan pemula untuk berkonsentrasi pada elemen teknik saja.
Pada fase kegiatan ini sebelum guru mengajarkan materi pembelajaran, terlebih dahulu guru membuat dan menyusun suatu rancangan atau format pengajaran yang terprogram sehingga proses pembelajaran di kelas dalam memberikan materi terlaksana sesuai yang diharapkan dan juga hasilnya dalam pencapaian tujuan semaksimal mungkin.
Rancangan pembelajaran ini disebut juga Rencana Program Pengajaran (RPP), yang tentunya mengacu pada Kurukulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang disesuaikan dengan situasi, kondisi dan karakteristik siswa maupun sekolah.
C.Pengorganisasian Proses Pembelajaran Materi
1. Jalan dan Macam-macamnya
a. Jalan jingkat
Murid membentuk formasi lingkaran, kedua tangan di pinggang dan angkat kedua tumit kaki, kemudian jalan berkeliling searah jarum jam atau berlawanan jarum jam sampai 20 hitungan atau 30 hitungan. Setelah itu balik kanan dan melakukan jalan jingkat lagi sebanyak 20 hitungan atau 30 hitungan. Tahap berikutnya anak membentuk formasi empat atau lima bersap sambil bergandengan tangan atau berkaitan siku, lalu melakukan jalan jingkat bersama-sama sap per-sap ke depan sebanyak 10 langkah atau lebih sesuai dengan luas lapangan. Selama murid melakukan jalan jingkat, guru dapat mengamati dan melakukan penilaian.
Murid membentuk formasi lingkaran, kedua tangan di pinggang dan angkat kedua ujung kaki sehingga tumit kaki yang menapak di tanah, kemudian jalan berkeliling searah jarum jam atau berlawanan jarum jam sampai 20 hitungan atau 30 hitungan. Setelah itu balik kanan dan melakukan jalan dengan tumit lagi sebanyak 20 hitungan atau 30 hitungan. Tahap berikutnya anak membentuk formasi empat atau lima bersap sambil bergandengan tangan atau berkaitan siku, lalu melakukan jalan dengan tumit bersama-sama sap per-sap ke depan sebanyak 10 langkah atau lebih sesuai dengan luas lapangan. Selama murid melakukan jalan dengan tumit, guru dapat mengamati dan melakukan penilaian.
Murid membentuk formasi lingkaran, kemudian melakukan jalan cepat berkeliling searah jarum jam sampai 20 atau 30 hitungan. Setelah itu balik kanan dan melakukan jalan jingkat sebanyak 20 atau sampai 30 hitungan. Tahap berikutnya anak membentuk formasi empat atau lima bersap, lalu melakukan jalan cepat ke depan sap per-sap sebanyak 20 langkah atau disesuaikan dengan luas lapangan. Selama murid melakukan jalan cepat, guru mengamati dan memberikan penilaian.
Untuk melatih dan merasakan jalan cepat dengan reaksi Prosedur:
Anak disuruh membentuk lingkaran besar dengan jarak antar anak 1 meter ‘ kemudian berjalan searah jarum jam sambil bertepuk tangan dan bernyanyi. Pada saat-saat tertentu diberi aba-aba, misalnya jika diberi aba-aba 2 maka anak harus mencari pasangan, jika diberi aba-aba 3 maka anak harus membuat regu 3 orang, begitu seterusnya. Kegiatan tetap dilakukan dengan jalan/jalan cepat tidak berlari.
Apabila anak yang tidak mendapat pasangan regu, maka akan diberikan hukuman. Macam hukuman bisa disesuaikan. Tujuan hukuman supaya anak serius dan konsentrasi mengikuti kegiatan.
1) untuk melatih dan merasakan jalan cepat dengan reaksi
2) untuk merasakan dan membedakan jalan cepat dengan lari
Anak dibagi ke dalam 2 kelompok dan dibariskan. Kedua kelompok tersebut masing-masing diberi nama Hitam dan yang satunya Hijau. Kemudian kedua kelompok itu disuruh saling membelakangi dengan jarak 1-2 meter.
a. Lari rintangan
Lari rintangan dalam kegiatan pembelajaran atletik di sekolah menengah pertama dapat dilakukan dengan menggunakan angota, tubuh sebagai rintangan dan menggunakan alat bantu, seperti kursi, bangku swedia, peti lompat, meja, dan lain lain . Sebaiknya guru lebih dulu menggunakan rintangan anggota tubuh, supaya mengurangi rasa takut pada murid (terutama murid perempuan).
1. Menepuk teman yang di depannya dengan menggunakan tangan kanan di tempat, dilakukan melalui mengayunkan lengan dengan hitungan 1 sampai 7, pada hitungan ke delapan tangan kanan menepuk ke tangan kiri.
2. Memberi dan menerima menggunakan alat di tempat, dilakukan dengan mengayunkan lengan 1 sampai 7 dan pada hitungan ke delapan segera memberikan ke teman yang di depannya.
3. Memberi dan menerima menggunakan alat sambil berjalan sampai 7 langkah, pada langkah ke delapan segera memberikan alat yang dipegang tangan kanan ke tangan kiri teman yang di depannya.
4. Memberi dan menerima sambil berlari lari kecil dalam kelompok kelompok yang terdiri dari 4 sampai 5 orang,
5. Memberi dan menerima menggunakan alat sambil berlari lingkaran berkelompok 3 sampai 4 orang.
1).Deskripsi singkat: lari estafet dari kombinasi lari sprint dan lari gawang
2)Nama disiplin: “Kanga’s Escape”
Dua jalur lari adalah perlu untuk tiap team/regu : satu jalur dengan gawang, yang satu jalur tanpa. Setengah/separo regu berada di sisi seberang; siswa No.1 memulai dari posisi start berdiri dan lari kencang (datar) 40 m. Pada akhir jalur 40 m, dia memberikan benda lunak (misal : gelang karet besar) kepada mitra seregu No.2 yang telah menantinya. No. 2 ini sambil tangan satunya masih memegang tongkat/tiang bendera akan menerima bendak lunak dimaksud. Dia juga memulai dari start berdiri tetapi berlari (ke arah sebaliknya) dengan menempuh jarak 40 m dengan melewati rintangan gawang. Setiap kali pemberina benda lunak dilakukan dengan cara yang sama seperti antara dua orang pelari yang pertama itu. Setelah menggunakan start berdiri, maka pelari No.3 akan berlari jarak 40 m yang datar (tanpa rintangan) dan memberikan benda lunak kepada pelari No. 4 yang harus berlari melewati beberapa buah rintangan gawang. Demikian dan seterusnya.
1. 1 buah stop-watch
2. 1 helai blangko/kartu event
3. 4 buah gawang (tinggi 50 cm, dengan jarak 6m antar gawang)
4. 2 buah tiang bendera
5. 1 buah benda lunak atau tongkat estafet
d. Lari Sprint / Lari Belak-Belok (Slalom)
- Deskripsi singkat: lari estafet kombinasi lari sprint dan lari belak-belok / slalom
- Nama disiplin: “Zig-Zag”
Tiap team memerlukan dua buah jalur-lari (lihat 3.1): satu jalur-lari dengan tiang belak-belok, yang lain tanpa tiang. Separuh team/regu siap disisi seberang seperti pada 3.1. Siswa No.1 memulai start berdiri dan berlari kencang 40m. Pada akhir jalur No.1 ini memberikan tongkat estafet kepada No.2 teman seregu yang telah menunggu, yang akan menerimanya sambil berpegangan pada tiang bendera. Siswa ini juga memulai dengan start berdiri tetapi berlari menempuh jarak kembali dengan mengitari tiang belak-belok. Pergantian (pemberian & penerimaan) tongkat terjadi dengan cara yang sama seperti yang dilakukan antara dua orang pelari pertama. Setelah menggunakan start berdiri pelari berikutnya No.3 berlari kencang datar dan memberikan tongkat estafet kepada siswa No. 4 yang pada gilirannya harus berlari mengitari tiang-tiang belak-belok dst.
diperlukan alat-alat sebagai berikut :
1. 1 buah stop-watch
2. 1 buah kartu / blangko event / perlombaan
3. tiang-tiang bendera untuk slalom
4. Beberapa buah gawang (jarak antara tiang slalom dengan gawang = 4 m)
5. 2 buah tiang bendera / marka
6. 1 buah tongkat estafet (gelang karet)
Lihat contoh gambar dan Formasi : 2
- Deskripsi singkat: lari estafet sebagai kombinasi dari lari datar, lari gawang dan lari slalom
- Nama disiplin: “Formula Satu”
Jalur lintasan itu kira-kira 80 m panjang dan dibagi menjadi satu tempat untuk lari sprint datar, untuk lari sprint dengan melewati gawang dan lari sprint mengitari tiang slalom (lihat gambar). Satu tongkat estafet diperlukan tiap siswa harus melakukan start dengan satu guling-depan (forward-roll) di atas matras-senam.
“Formula satu” ini adalah event beregu dimana tiap anggota regu harus menyelesaika jalur sepenuhnya (lihat figure di bawah). Sampai dengan 6 team/regu dapat berlomba pada waktu yang sama di atas satu jalur-lomba.
1. 9 buah gawang
2. 10 buah tiang slalom (dengan jarak 1 m antar tiap tiang)
3. 3 buah matras senam
4. Kurang lebih 30 buah kerucut/marker
5. 1 buah stopwatch
6. 1 helai formulir/kartu perlombaan event
- Deskripsi singkat: Berlari 8 menit menggunakan jalur lintasan kira- kira 150 m
- Nama disiplin: “Debur jantung”
Tiap team/regu harus berlari keliling suatu jalur lintasan 150 m (lihat gambar bawah) dari titik start yang ditenntukan. Tiap anggota team mencoba berlari keliling jalur lintasan sesering mungkin dalam waktu 8 menit. Aba-aba start ditentukan untuk semua team bersama-sama dengan meniup pluit atau tanda yang lain).
Tiap anggota team menerima satu kartu/formulir setelh menyelesaikan setiap satu putaran di jalur lintasan. Setelah 7 menit lari, menit terakhir ini diumumkan/diberi tanda dengan suatu tiupan pluit atau dengan teriakan nyaring. Setelah waktu 8 menit penyelesaian lari diberikan tanda/signal akhir yang jelas.
Demi pengaturan yang efisien dari event ini minimal diperlukan 2 orang Asisten per team. Mereka ini bertanggung jawab untuk menunjuk/menentukan garis start, juga hal-hal yang bertalian dengan pengumpulan dan menghitung bola-bola. Mereka juga mencatat nilai di atas kartu/formulir perlombaan.
Sebagai tambahan, diperlukan juga seorang starter yang bertanggung jawab untuk pencatatan waktu dan pemberian signal-signal lainnya (signal satu menit terakhir dan signal akhir).
1. 2 marka atau tiang sudut
2. 20 buah bola-bola kecil (kartu berwarna, chips, kartu-bermain atau yang mirip)
3. 1 buah stopwatch
4. 1 buah/helai kartu /formulir lomba
Lihat contoh gambar dan Formasi: 3
- Deskripsi singkat: lari naik dan turun pada suatu tangga
- Nama disiplin: “Kaki panas”
Dua buah kerucut sebagai tanda pada titik start dan titik finish dari event ini ditempatka pada jarak 9.5 m terpisah. Sebuah tangga koordinasi di tempat di lantai dengan jarak yang sama antara kerucut-kerucut (2.5 m antara tangga dengan kerucut pada masing-masing ujung). Pada saat start siswa berdiri dengan posisi kangkang (start berdiri) dengan ujung jari kakinya ditempatkan pada garis start yaitu sama dengan kerucut pertama. Setelah aba-aba start siswa berlari menuju tangga, secepat mungkin melangkah/berlari melalui tangga (jarak antara baji-baji: 50 cm) dan menuju ke kerucut ke dua. Setelah menyentuh kerucut dengan tangannya, siswa ini dengan cepat membalik dan lari kembali melalui tangga menuju kerucut pertama. Bila menyentuh kerucut ini maka pencatat waktu memberhentikan jam/stopwatch-nya.
1. 1 buah tangga untuk koordinasi (“speed ladder”)
2. 10 buah karet busa atau baji-baji papan pasta (lebar 50 cm max. 10 cm tinggi/dalam)
3. 2 buah kerucut sebagai tanda
4. 1 buah stopwatch
5. 1 helai kartu event
Lihat contoh gambar dan Formasi: 4
Sebelum mengajarkan tekhnik nomor lempar yangsesungguhnya contohnya pemberian materi lempar lembing, akan lebih baik jika seorang guru bisa dengan kreatif memberikan tahapan-tahapan tekhnik dimulai dari yang sederhana terus mengarah ke arah tekhnik yang sebenarnya. Adapun bentuk-bentuk latihan dibawah ini bisa dicoba untuk membantu guru-guru mengajarkan materi atletik nomor laempar lembing da sekolah.
a.Melempar sasaran
1). Deskripsi : Melempar sasaran dengan satu tangan
2). Nama disiplin : Melempar Bom
Prosedur
Lempar sasaran ini dilakukan dari suatu tempat dengan awalan 5m. Sebuah rintangan tinggi dipasang pada ketinggian 2,5 – 4m, dengan daerah sasaran ditentukan di lantai 2,5 – 4m dibalik rintangan.
Benda yang ditandai dilemparkan ke sasaran dengan melewati rintangan seperti peserta melempar dari suatu jarak yang dipilih dari rintangan. Masing-masing peserta/siswa memperoleh tiga kali kesempatan mencoba (giliran lomba). Pada tiap kesempatan, seorang peserta/siswa dapat memilih melempar dari salah satu dari empat garis jarak yang tersedia: 6m, 7m, 8m, atau 10m jauhnya dari rintangan yang tinggi. Lebih banyak nilai-nilai pitensial yang dipertaruhkan sejak jarak dari rintangan itu meningkat.
Mengenai daerah sasaran atau sekurangnya pinggiran dari sasaran itu, ini dinilai sebagai suatu percobaan yang berhasil. Nilai-nilai dicatat bagi setiap perkenaan (lemparan dari 6m = 2 poin, 7m = 3 poin, 8m = 4 poin, 10m =5 poin). Bila benda/alat itu dilemparkan kepada rintangan tetapi tidak mengenai bidang sasaran, ini dinilai 1 poin. Tiap peserta/siswa memiliki 3 kali kesempatan melempar, kemudian jumlah score-nya menyumbang total nilai team.
Diperlukan 1 orang asisten tiap team untuk mengorganisir kegiatan ini dan punya tugas sebagai berikut:
1).Mengontrol dan mengatur prosedur event atau kegiatan (jarak lempar dan perkenaan)
2)Untuk mencatat dan menilai score diatas kartu event atau kegiatan.
1). 1 buah daerah sasaran (matras lompat tinggi atau alat-alat sejenis dan ukurannya)
2). 1 buah rimtangan tinggi kira-kira 2,5 – 4m (gawang sepak bola atau tiang lompat tinggi/galah dengan mistar, dll)
3). Peralatan lempar (bola berekor, lembing lunak, bola vortex, dll)
4). 1 buah kartu event/kegiatan per-team.
1) Deskripsi : Lemparan satu lengan untuk mencapai jarak dengan suatu lembing mini/modifikasi
2) Nama disiplin : Lempar Turbo
Prosedur
Lempar lembing mini ini dilakukan dari suatu daerah 5m dari awalan. Setelah melakukan lari awalan singkat, si peserta/siswa melempar lembing ke daerah lemparan dengan menggunakan lembing lunak atau lembing turbo atau lembing mini hasil modifikasi yang disesuaikan. Masing-masing peserta/siswa mendapat 2 kali giliran kesempatan lempar.
Setiap lemparan diukur dengan sudut siku-siku terhadap garis salah dan dicatat dalam interval 25cm (mengambil angka yang lebih tinggi dimana tempat pendaratan lembing di antara garis-garis). Lemparan yang lebih baik dari dua kali kesempatan percobaan dari tiap anggota team akan menyumbangkan score team.
Event/kegiatan ini memerlukan 2 orang asisten per-team dan bertugas sebagai berikut:
1) Mengontrol dan mengatur prosedur
2) Untuk menilai jarak lemparan dimana lembing mendarat
3) Untuk membawa lembing ke garis salah
4) Untuk menilai dan mencatat score pada kartu event/kegiatan
Untuk event/kegiatan ini diperlukan alat sebagai berikut:
1) 2 buah lembing mini (lembing mini dan lembing turbo)
2) Pita alat pengukur yang telag dikalibrasikan, pita ukur baja
3) 1 lembar kartu event/kegiatan per-team
Catatan: Sejak keamanan atau faktor keamanan adalah kritis dan harus diperhatikan dalam event/kegiatan ini maka hanya asisten yang diizinkan ada di daerah pendaratan lempar lembing. Adalah dilarang keras melempar lembing kembali dalam arah dari garis salah.
Hasil adalah hal yang ingin dicapai dalam tujuan, begitu juga dalam hal pembelajaran disekolah. Namun demikian hasil yang didapat terkadang jauh dari harapan. Untuk itu perlu disusun sebuah program pembelajaran yang terencana secara sistematik, efektif dan efesien. Jika semuanya telah kita persiapkan dengan matang, maka hasil yang maksimal akan kita dapatkan.
Kemudian disamping itu pula seorang guru pendidikan jasmani harus mempunyai profil diantaranya:
1. Memiliki 4 kompetensi dasar sebagai pendidik
2. Dekat dengan anak/siswa sehingga selalu mengenal kondisi anak
3. Mempunyai pola hidup aktif
4. Mampu mendorong atau memotivasi anak untuk aktif bergerak.
Dampak dari pembelajaran terutama pembelajaran pendidikan jasmani melalui aktifitas gerak dan permainan akan mengarah pada tujuan pembelajaran pada umumnya. Seperti halnya dalam pembelajaran atletik materi jalan, lari dan lempar ini akan tercapai:
1.Dampak langsung atau tujuan utama (main effect) adalah dampak hasil dari pembelajaran yang terlihat dari siswa/murid melalui proses pembimbingan langsung oleh guru yang berupa skil/kemampuan perkembangan gerak/motorik, yang termasuk pula pada aspek psikomotor.
2.Dampak pengiring atau tujuan penyerta dampak hasil dari pembelajaran pendidikan jasmani melalui aktifitas gerak dan permainan tanpa bimbingan langsung dari guru yang termasuk juga ke dalam aspek kognitif dan afektif, ini terlihat dari siswa diantaranya berupa:
3.Sikap disiplin
4.Tanggung jawab
5.Kerjasama antara teman
6.Menghargai sesama terutama akan kemampuan teman atau sikap apresiasi yang tinggi
7.Kemampuan menganalisa sesuatu
8.Rasa sosialisasi yang tinggi
9.Kemampuan berfikir yang meningkat
10.Mampu mengembangkan kemampuan dalam mengabil keputusan, dll.
PENUTUP
Label: PENJASKES XII
